Camat Plered Purwakarta Pertanyakan Soal Pertamini di Daerahnya, Dinilai Rawan dari Sisi Keamanan

TRIBUNJABAR.ID, PURWAKARTA – Usaha penjualan bahan bakar minyak (BBM) di rumah pribadi atau lebih dikenal sebagai pertamini di Purwakarta akhirnya dipertanyakan. Hal ini karena faktor keamanannya dinilai sangat rawan.

Khususnya di wilayah Kecamatan Plered, Purwakarta yang diketahui telah ada lebih dari 30 pom mini.

Bahkan, jumlah tersebut, kata Camat Plered, Rustaman Arifin tidak memiliki izin dari instansi terkait, mengenai izin keamanan maupun izin usaha.

Ia tak menampik ada puluhan pelaku usaha pom mini di wilayahnya, namun Arifin tidak mengetahui persis apakah berizin atau tidak.

“Hasil pendataan, tercatat ada 36 pom mini di wilayah kami, Plered. Sayangnya, tidak satupun dari para pelaku usaha ini yang melakukan koordinasi dengan kami terkait usaha yang dijalani,” kata Rustaman saat ditemui di kantornya, Plered, Purwakarta, Selasa (7/8/2018).

Namun dia mengaku, sampai saat ini pihaknya belum mengetahui siapa yang seharusnya menangani hal tersebut.

Karena, tidak ada konfirmasi sama sekali ke pemerintahan di kecamatan setempat, dan tiba-tiba jumlahnya jadi banyak.

Selain menyoal mengenai izin berdirinya pom mini, pihaknya mempertanyakan tingkat standar keamanan dari pom mini tersebut.

Malah, kata dia, terkesan sangat minim dan rentan terhadap segala kemungkinan buruk yang kapan saja bisa terjadi.

“Jika terjadi sesuatu hal yang tidak di inginkan maka saya angkat tangan, dan itu menjadi tanggung jawab pengelola pom mini masing-masing,” ujar Arifin.

Malah, kata dia, terkesan sangat minim dan rentan terhadap segala kemungkinan buruk yang kapan saja bisa terjadi.

“Jika terjadi sesuatu hal yang tidak di inginkan maka saya angkat tangan, dan itu menjadi tanggung jawab pengelola pom mini masing-masing,” ujar Arifin.

Oleh karena itu, ia mengimbau kepada seluruh pengelola pom mini ini, agar secepatnya melakukan koordinasi dengan pihak terkait.

Selain itu, menempuh segala prosedur perizinan usaha yang semestinya demi kelancaran dan keamanan usaha yang mereka jalani kini.

“Silahkan berkoordinasi dengan pihak instansi terkait, terutama kepada pihak perdagangan. Untuk segala keamanan, karena khawatir akan terjadinya kebakaran atau yang lainnya silahkan berkoordinasi dengan pihak pemadam kebakaran terdekat,” katanya.